Kisah Nabi Idris AS

/
0 Comments
Nabi Idris A.S adalah keturunan keenam dari Nabi Adam A.S. Menurut riwayat Nabi Idris bermukim di Mesir. Berdakwah untuk agama Allah. Mengajarkan tauhid dan beribadah kepada Allah. Serta memberi petunjuk kepada para pengikutnya agar senantiasa menetapi kebenaran, menyelamatkan diri dari siksaan akhirat dan kehancuran serta kebinasaan di dunia.


Konon ia diangkat menjadi Rasul ketika berumur 82 tahun. Diantara beberapa nasihatnya ialah :

1. Kesabaran yang disertai keimanan kepada Allah akan membawa kemenangan.

2. Orang yang bahagia adalah orang yang mawas diri dan mengharap syafaat Allah dengan amal-amal shalehnya.

3. angan bersumpah dalam keadaan kamu berdusta dan jangan menuntut sumpah dari orang yang berdusta supaya kamu tidak menyekutui mereka dalam dosa.

4. anganlah mengiri orang yang mujur nasibnya karena mereka tidak akan banyak dan lama menikmati kemujuran nasibnya.

5. Barang siapa yang melewati kesederhanaan (berlebih-lebihan atau berfoya-foya) tidak sesuatupun akan memuaskannya.

6. Kehidupan itu hendaknya mengandung hikmah.


Disebutkan dalam suatu riwayat bahwa Nabi Idris adalah orang pertama yang mengajarkan tentang menjahit, menata pakaian, ilmu falak dan tulis menulis dengan pena. Ia pula yang pertama kali membuat baju perang dalam rangka mempertahankan diri dari serangan orang-orang durhaka.

Nabi Idris pula yang pertama kali menjinakan kuda liar yang semula hidup di hutan sehingga menjadi kendaraan manusia. Menurut tafsir Ibnu Hatim, Nabi Idris wafat tatkala berada di langit keempat dan di bawa oleh malaikat. Tersebut dalam suatu ayat :



"Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Idris di dalam Al-Qur'an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang Nabi. Dan kami telah mengangkatnya ke derajat yang tinggi. (Q.S. Maryam ayat 56 -57).


Demikian cerdiknya Nabi Idris sehingga ia pernah melihat neraka dan surga. Ia ingin menetap di surga namun karena surga itu hanya dihuni setelah hari kiamat maka ia tidak diperkenankan tinggal di sana. maka ia hendak dikembalikan ke dunia. Nabi Idris tidak mau kembali kedunia karena nyawanya telah dicabut, maka ia memilih tinggal di langit. Wallahu 'a'lam


Dikutip dari buku kisah teladan 25 Nabi dan Rasul.



You may also like

No comments:

Powered by Blogger.