Dai muda yang juga penemu metode Menghafal Alquran Semudah Tersenyum, Ustaz Bobby Herwibowo mengungkapkan tiga teknik mengajar tahfidz (menghafal) Alquran buat balita (bayi di bawah lima tahun).

Menghafal Al-Quran


Teknik Pertama, ungkap Ustaz Bobby, harus menyenangkan. ”Bacakan Alquran kepada mereka dengan cinta dan senyuman. Anak kecil, khususnya balita, tidak perlu diajar baca dan tulis huruf jika itu merepotkan,” 

Menurut Ustaz Bobby, ajak anak-anak ikut melafalkan apa yang Anda baca dari ayat Alquran. ”Ulangi berkali-kali hinga bacaan jelas dah fasih. Bila anak sudah menguasai satu surat pendek, pindahlah ke surat berikutnya,” jelasnya menyarankan.

Ustaz Bobby mengingatkan, abaikan target hafalan dan harus fokus pada keceriaan anak. ”Jangan lupa beri hadiah bila anak bisa menghafal setengah atau satu juz. Itu dilakukan agar anak termotivasi untuk terus menghafal dan mencintai Alquran,” ujarnya.

Teknik kedua, ungkap Ustaz Bibby, perdengarkan. Menurut dia, setiap anak balita mampu menguasai banyak bahasa yang sering ia dengar.

Contoh, meski asli anak Indonesia dari ayah dan ibu asli Indonesia namun ia terlahir di Amerika misalnya. Maka tanpa perlu belajar bahasa Inggris, insya Allah anak akan fasih berbahasa Inggris seperti orang Amerika kebanyakan.

”Mengapa demikian? Sebab ia biasa mendengar. Maka teknik agar balita bisa menghafal Alquran dengan baik adalah dengan cara memperdengarkan Alquran,” tuturnya menjelaskan.

Ustaz Bobby Herwibowo mengungkapkan, jika Anda mampu membacakan Alquran dengan benar untuk balita Anda, maka bacakanlah sesering mungkin. Namun jika bacaan Alquran Anda masih kurang baik, jangan berkecil hati.

Perdengarkanlah untuknya dari para imam dan qari dengan bacaan yang fasih seperti Mahmud Hushary dan Shiddiq Minsyawi. Perdengarkan kepada balita Anda bacaan para imam itu.

”Ulang-ulang satu surat agar akrab di telinga mereka, dan minta buah hati Anda mengikutinya. Insya Allah mereka akan mudah mengikuti bacaan Al Quran yang diperdengarkan,” kata Ustaz Bobby menjelaskan.

Teknik Ketiga, sambung Ustaz Bobby, adalah pembiasaan. ”Ulangi bacaan Alquran dalam waktu-waktu ceria anak. Seperti saat pagi usai subuh. Ketika beraktifitas dan bermain. Ba’da Ashar dan usai shalat dan mandi. Ba’da Maghrib sampai Isya. Dan menjelang tidur.”

Alumnus Universitas Al Azhar Kairo, Mesir ini, juga menyarakan agar dibiasakan Alquran tetap mengalun indah di rumah baik dari lisan Anda atau anak Anda atau dari MP3 player.

”Juga biasakan Alquran mengisi saat-saat indah keluarga seperti saat berolahraga, saat berkendara, saat bermain bersama dan banyak lagi” paparnya menambahkan.


Sumber : http://www.duniaislam.org/ 
Bagaimana sifat wanita yang dicintai oleh Allah?,,Wanita yang disukai oleh Allah, sudah tentu menjadi wanita dambaan para Pria sebagai pendamping hidup.Wanita yang disukai oleh Allah tentunya dia akan menjadi ahli surga.

Sesuai dengan Sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam,dicontohkan ada lima wanita ahli surga :

Sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam:

Seutama-utama wanita ahli surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Maryam binti Imran dan Asiyah binti Muzahim. (HR. Ahmad)


Wanita Solehah


Bagi wanita yang ingin disukai oleh Allah, sebaiknya meniru sikap baik dari Wanita Ahli surga berikut : 


*Siti Khadijah

Siti Khadijah tumbuh di lingkungan keluarga terhormat, sehingga beliau mendapat tempaan akhlak yang mulia,mewarisi sifat yang tegas, memiliki penalaran yang tinggi, dan mampu menghindari hal-hal yang tidak terpuji. Sehingga kaumnya pada masa jahiliyah menyebutnya dengan sebutan ath thahirah , yang artinya wanita yang suci.

Beliau merupakan orang pertama yang menyambut seruan iman yang dibawa oleh Rasulullah tanpa banyak membantah dan mendebat.Bahkan beliau tetap membenarkan, menghibur, dan membela Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam di saat semua orang mendustakan dan mengucilkan beliau.
Besarnya keimanan Khadijah pada risalah nubuwah, dan kemuliaan akhlaknya sangat membekas di hati Rasulullah sehingga Rasulullah selalu menyebut-nyebut kebaikan beliau walaupun Khadijah telah wafat.

Diriwayatkan dari Aisyah, beliau berkata:

Rasulullah hampir tidak pernah keluar dari rumah sehingga beliau menyebut-nyebut kebaikan tentang Khadijah dan memuji-mujinya setiap hari sehingga aku menjadi cemburu maka aku berkata: Bukankah ia seorang wanita tua yang Allah telah meng-gantikannya dengan yang lebih baik untuk engkau??

Maka beliau marah sampai berkerut dahinya kemudian bersabda: Tidak! Demi Allah, Allah tidak memberiku ganti yang lebih baik darinya. Sungguh ia telah beriman di saat manusia mendustakanku, dan menolongku dengan harta di saat manusia menjauhiku, dan dengannya Allah mengaruniakan anak padaku dan tidak dengan wanita (istri) yang lain. Aisyah berkata: Maka aku berjanji untuk tidak menjelek-jelekkannya selama-lamanya.


*Fatimah

Dia adalah Putri belahan jiwa Rasulullah, seorang wanita terpandang yang sungguh mantap agamanya.Fatimah adalah istri dari laki-laki ahli surga, yaitu Ali bin Abi Thalib.
Dalam shahih Muslim menurut syarah An Nawawi Nabi bersabda: Fathimah merupakan belahan diriku. Siapa yang menyakitinya, berarti menyakitiku.

Fatimah rela hidup dalam kefakiran untuk mengecap manisnya iman bersama ayah dan suami tercinta. Dia korbankan segala apa yang dia miliki demi membantu menegakkan agama suami. Fathimah adalah wanita yang penyabar, taat beragama, baik perangainya, cepat puas dan suka bersyukur.


*Maryam binti Imran

Beliau merupakan figur wanita yang menjaga kehormatan dirinya dan taat beribadah kepada Allah. Beliau rela mengorbankan masa remajanya untuk bermunajat mendekatkan diri pada Allah, sehingga Dia memberinya hadiah istimewa berupa kelahiran seorang Nabi dari rahimnya tanpa bapak.


*Asiyah binti Muzahim

Beliau adalah istri dari seorang penguasa yang lalim yaitu Firaun laknatullah alaih. Akibat dari keimanan Asiyah kepada kerasulan Musa, ia harus rela menerima siksaan pedih dari suaminya. Betapapun besar kecintaan dan kepatuhannya pada suami ternyata di hatinya masih tersedia tempat tertinggi yang ia isi dengan cinta pada Allah dan RasulNya.

Surga menjadi tujuan akhirnya sehingga kesulitan dan kepedihan yang ia rasakan di dunia sebagai akibat meninggalkan ke-mewahan hidup, budaya dan tradisi leluhur yang menyelisihi syariat Allah ia telan begitu saja bak pil kina demi kesenangan abadi. Akhirnya Asiyah meninggal dalam keadaan tersenyum dalam siksaan pengikut Firaun


Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama 9bulan, seolah-olah 9tahun...

Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya...
Dia telah menyusuimu dari putingnya, dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjagamu...
Dia cuci kotoranmu dengan tangan kirinya, dia lebih utamakan dirimu dari padadirinya serta makanannya...
Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu...
Dia telah memberikanmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan panjang sekali kesedihannya dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu...



Seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dengan suaranya yang paling keras...
Betapa banyak kebaikan ibu, sedangkan engkau balas dengan akhlak yang tidak baik...
Dia selalu mendo’akanmu dengan taufik, baik secara sembunyi maupun terang-terangan...

Tatkala ibumu membutuhkanmu di saat dia sudah tua renta,engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga di sisimu...
Engkau kenyang dalam keadaan dia lapar...
Engkau puas minum dalam keadaan dia kehausan...
Engkau mendahulukan berbuat baik kepada istri dan anakmu dari pada ibumu...
Engkau lupakan semua kebaikan yang pernah dia perbuat...
Berat rasanya atasmu memeliharanya padahal itu adalah urusan yang mudah...
Engkau kira ibumu ada di sisimu umurnya panjang padahal umurnya pendek...
Engkau tinggalkan padahal dia tidak punya penolong selainmu..
Padahal Allah telah melarangmu berkata ‘ah’ dan Allah telah mencelamu dengan celaan yang lembut...
Engkau akan disiksa di dunia dengan durhakanya anak-anakmu kepadamu...
Allah akan membalas di akhirat dengan dijauhkan dari Allah Rabbul ‘aalamin...
(Imam Adz-Dzahabi dalam Al-Kabaair)
****


Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Qs. Al-Ahqaaf : 15)
****


Ada 3 do’a yang dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tidak diragukan tentang do’a ini: (1) do’a kedua orang tua terhadap anaknya, (2) do’a musafir-orang yang sedang dalam perjalanan-, (3) do’a orang yang dizhalimin.” (HR.Bukhari)

Jika seorang ibu meridhai anaknya, dan do’anya mengiringi setiap langkah anaknya, niscaya rahmat, taufik dan pertolongan Allah akan senantiasa menyertainya. Sebaliknya, jika hati seorang ibu terluka, lalu ia mengadu kepada Allah, mengutuk anaknya. Cepat atau lambat, si anak pasti akan terkena do’a ibunya.

Sahabatku…jangan sampai terucap dari lisan ibumu do’a melainkan kebaikan dan keridhaan untukmu. Karena Allah mendengarkan do’a seorang ibu dan mengabulkannya. Dan dekatkanlah diri kita pada sang ibu, berbaktilah, selagi masih ada waktu…


Nabi Idris A.S adalah keturunan keenam dari Nabi Adam A.S. Menurut riwayat Nabi Idris bermukim di Mesir. Berdakwah untuk agama Allah. Mengajarkan tauhid dan beribadah kepada Allah. Serta memberi petunjuk kepada para pengikutnya agar senantiasa menetapi kebenaran, menyelamatkan diri dari siksaan akhirat dan kehancuran serta kebinasaan di dunia.


Konon ia diangkat menjadi Rasul ketika berumur 82 tahun. Diantara beberapa nasihatnya ialah :

1. Kesabaran yang disertai keimanan kepada Allah akan membawa kemenangan.

2. Orang yang bahagia adalah orang yang mawas diri dan mengharap syafaat Allah dengan amal-amal shalehnya.

3. angan bersumpah dalam keadaan kamu berdusta dan jangan menuntut sumpah dari orang yang berdusta supaya kamu tidak menyekutui mereka dalam dosa.

4. anganlah mengiri orang yang mujur nasibnya karena mereka tidak akan banyak dan lama menikmati kemujuran nasibnya.

5. Barang siapa yang melewati kesederhanaan (berlebih-lebihan atau berfoya-foya) tidak sesuatupun akan memuaskannya.

6. Kehidupan itu hendaknya mengandung hikmah.


Disebutkan dalam suatu riwayat bahwa Nabi Idris adalah orang pertama yang mengajarkan tentang menjahit, menata pakaian, ilmu falak dan tulis menulis dengan pena. Ia pula yang pertama kali membuat baju perang dalam rangka mempertahankan diri dari serangan orang-orang durhaka.

Nabi Idris pula yang pertama kali menjinakan kuda liar yang semula hidup di hutan sehingga menjadi kendaraan manusia. Menurut tafsir Ibnu Hatim, Nabi Idris wafat tatkala berada di langit keempat dan di bawa oleh malaikat. Tersebut dalam suatu ayat :



"Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Idris di dalam Al-Qur'an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang Nabi. Dan kami telah mengangkatnya ke derajat yang tinggi. (Q.S. Maryam ayat 56 -57).


Demikian cerdiknya Nabi Idris sehingga ia pernah melihat neraka dan surga. Ia ingin menetap di surga namun karena surga itu hanya dihuni setelah hari kiamat maka ia tidak diperkenankan tinggal di sana. maka ia hendak dikembalikan ke dunia. Nabi Idris tidak mau kembali kedunia karena nyawanya telah dicabut, maka ia memilih tinggal di langit. Wallahu 'a'lam


Dikutip dari buku kisah teladan 25 Nabi dan Rasul.

Banyak riwayat yang menceritakan hobi Nabi Muhammad yang gemar memelihara kucing. Dan diceritakan pula bahwa kucing yang di sayangi Nabi tersebut bernama mueeza.

Dikisahkan Nabi Muhammad pernah memotong lengan bajunya hanya karena ketika Nabi akan memakai bajunya, namun baju Nabi sedang digunakan alas tidur oleh mueeza. Lalu Nabi memotong bagian lengan yang kebetulan tertindih oleh mueeza karena tidak ingin menganggu tidur kucing kesayangannya tersebut.

Mueeza, Kucing kesayangan Nabi Muhammad SAW


Selain itu Nabi juga sering mengendong kucing kesayangannya itu ketika menerima tamu. Nabi menaruh kucingnya itu tepat diatas pangkuannya sembari berbincang dengan tamu-tamu yang datang kepadanya. Dan Nabipun sangat menyukai ketika kucingnya mengeong ketika mendengar lantunan adzan, yang mana suara kucingnya tadi seolah-olah menirukan suara adzan yang sedang berkumandang.

Sungguh bisa dibayangkan betapa sayangnya Nabi dengan hewan peliharaanya tersebut. bahkan Nabi pun memberikan pesan kepada para sahabat untuk menyayangi kucing layaknya menyayangi anggota keluarganya sendiri.


Hukuman bagi orang yang menelantarkan kucing

Nasib Mueeza, Kucing Kesayangan Nabi Muhammad SAW memang tidak selalu sama dengan kucing-kucing yang dipelihara orang-orang lain selain Nabi. Dikisahkan ada seorang wanita yang dimasukkan neraka hanya karena kucing peliharaannya. Hal tersebut terjadi karena wanita itu menelantarkan kucing peliharaannya.

Diceritakan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh shahih Al-Bukhori tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan dia tidak juga melepaskan kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi SAW menjelaskan bahwa hukuman yang pantas bagi wanita ini adalah siksa api neraka. Tentunya hal ini bisa memberikan penjelasan tentang bagaimana Nabi begitu mencintai kucing.

Selain itu kita juga dapat mengambil pelajaran lain bahwa pada hewan seperti kucing saja Nabi begitu sangat menyayangi, tentunya kepada manusia Nabi pun akan lebih menyayangi. Hal tersebut perlulah kita contoh bahwa kita haruslah memberikan kasih sayang, sekalipun hanya kepada hewan. Kita juga tidak boleh menyiksa hewan, apalagi dengan membiarkan mereka mati kelaparan.


Kisah inspiratif dari kucing

Selain Mueeza, Kucing Kesayangan Nabi Muhammad SAW ada beberapa kucing lain yang memberikan isnpirasi bagi manusia. Pada kucing mueeza kesayangan Nabi, Nabi sangat menyukainya ketika mueeza mengeong ketika mendengar suara adzan. Dan kebiasaan mueeza ini membuat Nabi jatuh cinta kepadanya.

Selain mueeza ternyata ada kucing-kucing lainnya yang memberikan inspirasi. Dikisahkan ada seekor kucing yang bisa membuat tokoh sufi bernama Ibnu Bashad untuk menjadi seorang sufi hingga ajal menjemputnya. Kisah ini bermula ketika Ibnu Bashad sedang duduk santai bersama sahabat-sahabatnya untuk melepas lelah di atap masjid kairo sambil menikmati makan malam. Lalu ketika seekor kucing melewatinya, Ibnu Bashad memberikan sepotong daging kepada kucing tersebut, dan ketika Ibnu Bashad memberikan potongan daging keduanya,kucing tersebut mengambilnya dan kemudian dia pergi membawa daging tersebut.

Berangkat dari rasa penasaran, akhirnya Ibnu Bashad mengikuti kemana kucing tersebut pergi. Alhasil ternyata kucing tadi pergi ke sebuah atap yang kumuh dan meletakkan daging yang diberikan Ibnu Bashad tadi disana. Ibnu Bashad pun tercengan ternyata diatap kumuh itu ada kucing lain yang kedua matanya buta, dan ternyata kucing tadi memberikan potongan daging kepada kucing tersebut. Subhanallah...

Hal inilah yang kemudian menggentarkan hati Ibnu Bashad dan menjadikannya seorang sufi hingga akhir hayatnya. Dan bahkan para penganut sufipun meyakini bahwa dengkuran kucing memiliki irama yang sama dengan dzikir berlantunkan lafads Allah.




Apakah Dosa itu dan bagaimana cara menghilangkannya? 

Islam mengajarkan dosa bisa dihilangkan dengan tobat. Allah menciptakan manusia tidak hanya diberikan segala kemampuan jasmaniah melainkan telah dilengkapi juga kekuatan rohaniah, termasuk ketika dia berdosa manusia sebenarnya telah diberi kemampuan untuk bangkit, dengan bertobat dan menebusnya dengan kebaikan yang lebih banyak. 

Hakikat dosa bukanlah bahwa Allah menciptakan dosa lalu kemudian sesudah ribuan tahun baru terpikir oleh-Nya untuk pengampunan dosa, tidak; tetapi sebagaimana lalat memiliki dua sayap, di satu sayapnya terdapat penawar dan di sebelahnya terdapat racun, demikian pula pada manusia ada dua 'sayap' satu sayap maksiat dan yang satu lagi sayap penyesalan. 

Tobat dan istighfar

Tobat merupakan bukti perasaan menyesal. Ini sudah merupakan kaidah umum bahwa jika seseorang memukul orang lain maka sesudahnya ia akan menyesal dan merasa bersalah, seolah-olah kedua sayapnya mengepak secara bersamaan, yaitu ketika racun beraksi terdapat pula antidotnya. Kini pertanyaannya adalah mengapa dosa itu dibuat, mengapa manusia tidak diciptakan saja menjadi suci semua tanpa cela sebagaimana pikiran orang-orang Kristen. Jawabannya adalah kendatipun ia racun namun karena terdapat sifat mematahkan di dalamnya, maka ia memiliki fungsi sebagai penawar. Racun juga apabila sudah melalui sebuah proses maka itu akan berfungsi sebagai obat. Dari racun-racun seperti itu banyak sekali diramu menjadi obat-obatan. Dari suatu kesalahan seorang dapat belajar sehingga menjadi insan yang lebih kuat, yang lebih awas. 

Jika tidak ada dosa maka akan muncul racun yang lain, yaitu racun keangkuhan yang dengan itu akan menghancurkan manusia. Jadi tobat akan berfungsi menghilangkannya. Tobat akan menghindarkan manusia dari bahaya takabur dan ujub. 


Bertobat Dengan Memperbanyak Istighfar

Sebagai seorang mukmin mestilah kita memperbanyak istighfar dan tobat kepada Allah. Jika satu sayap sudah mengepak, artinya kita telah diperingatkan untuk kembali kepada Allah meminta ampun, dan selanjutnya memperbaiki kesalahan dengan tidak mengulanginya dan menggantinya dengan kebaikan-kebaikan yang baru. Jika junjungan kita yang Mulia Nabi Muhammad saw saja masih beristighfar setidaknya 70 kali sehari, maka apalagi kita yang seharusnya melakukan lebih banyak lagi. Tobat itu tidak berarti hanya berlaku kepada orang yang pada saat itu melakukan dosa, tetapi tobat juga belaku untuk setiap kondisi sebagai penghadang dari potensi dosa yang bisa saja terjadi kemudian hari. Ia akan menjadi pelindung, yaitu kita yang mengenali dosa itu sebagai dosa maka ia akan lebih berhati-hati untuk menjauhi dosa tersebut. 

Jika kita dengan kesungguhan hati menangis memohon ampunan kepada Allah, maka Allah dengan sifat Ghofurnya akan memaafkan kita. Seseorang yang terus beristighfar maka hatinya akan melihat dosa itu sebagai suatu hal yang jijik dan ia tidak ingin mendekatinya. 

Secara alami umat Islam telah tertanam rasa jijik akan daging babi, padahal ribuan perbuatan lainnya yang kotor tetap saja dilakukan. Jadi hikmahnya adalah Allah telah meletakkan contoh rasa jijik dan rasa tidak suka kepada daging babi, maka rasa itu jugalah yang harus ditumbuhkan kepada setiap perbuatan dosa. Dan hal itu bisa dilakukan dengan tobat dan memperbanyak istighfar. 

Jika dalam diri manusia telah tertanam rasa benci pada dosa dan kemudia mengayunkan langkahnya kepada perbaikan diri, maka lama kelamaan segenap keburukannya akan menjauh. 

Yakinlah bahwa di dalam tobat terdapat buah-buah yang berlimpah. Ini merupakan sumber mata air keberkatan. Pada hakikatnya para wali dan orang-orang saleh adalah mereka yang bertobat dan kemudian mereka terus istiqomah dalam tobatnya. 

Oleh karena itu kita harus tingkatkan tobat kita kita jadikanlah amal kita mendatangkan ridho sang Pemilik kita. Ingatlah bahwa hukuman dari kekeliruan akidah kita akan diputuskan di akhirat nanti, keputusan menjadi orang Hindu atau Kristen atau menjadi orang Islam. Tetapi orang yang aniaya yang bergelimang dosa dan pelanggaran, di dunia ini juga ia akan mendapatkan hukuman.

Sabda Nabi saw berikut kiranya dapat menjadikan kita hamba-hamba yang bertobat dan memperbaiki diri.

"Allah lebih senang kepada orang yang bertobat daripada orang yang haus menemukan air, orang yang mandul lalu punya anak, dan orang yang tersesat lalu menemukan jalan. Dan barangsiapa bertobat kepada Allah dengan tobat yang baik, maka Allah membuat lupa dua malaikat yang mengawasi amal tersebut (Rakid dan Atid), seluruh anggota badannya, dan tempat dalam tanah (kubur) terhadap kesalahan-kesalahan orang yang tobat dan dosa-dosanya." (HR Ibnu Abbas)

Semoga Allah menerima tobat kita. 
Kisah ini memberitakan kepada kita tentang saat-saat terakhir kehidupan bapak kita Adam dan keadaannya pada saat sakaratul maut. Para malaikat memandikannya, memberinya wangi-wangian, mengkafaninya,

Dari Uttiy bin Dhamurah As-Sa’di berkata, "Aku melihat seorang Syaikh di Madinah sedang berbicara. Lalu aku bertanya tentangnya." Mereka menjawab, "Itu adalah Ubay bin Ka’ab." Ubay berkata, "Ketika maut datang menjemput Adam, dia berkata kepada anak-anaknya, ’Wahai anak-anakku, aku ingin makan buah surga.’ Lalu anak-anaknya pergi mencari untuknya. Mereka disambut oleh para malaikat yang telah membawa kafan Adam dan wewangiannya. Mereka juga membawa kapak, sekop, dan cangkul.

Para Malaikat bertanya, ’Wahai anak-anak Adam, apa yang kalian cari? Atau apa yang kalian mau? Dan ke mana kalian pergi?’ Mereka menjawab, ’Bapak kami sakit, dia ingin makan buah dari surga.’ Para malaikat menjawab, ’Pulanglah, karena ketetapan untuk bapak kalian telah tiba.’ Lalu para malaikat datang. Hawa melihat dan mengenali mereka, maka dia berlindung kepada Adam. Adam berkata kepada Hawa, ’Menjauhlah dariku. Aku pernah melakukan kesalahan karenamu. Biarkan aku dengan Malaikat Tuhanku Tabaraka wa Taala.’ Lalu para malaikat mencabut nyawanya, memandikannya, mengkafaninya, memberinya wewangian, menyiapkan kuburnya dengan membuat liang lahat di kuburnya, menshalatinya. Mereka masuk ke kuburnya dan meletakkan Adam di dalamnya, lalu mereka meletakkan bata di atasnya. Kemudian mereka keluar dari kubur, mereka menimbunnya dengan batu. Lalu mereka berkata, ’Wahai Bani Adam, ini adalah sunnah kalian.’"


Takhrij Hadis

Hadis ini diriwayatkan oleh Abdullah bin Imam Ahmad dalam Zawaidul Musnad, 5/ 136.
Ibnu Katsir setelah menyebutkan hadis ini berkata, "Sanadnya shahih kepadanya." (Yakni kepada Ubay bin Ka’ab). (Al-Bidayah wan Nihayah, 1/98).

Al-Haitsami berkata, "Diriwayatkan oleh Abdullah bin Ahmad. Rawi-rawinya adalah rawi-rawi Hadis shahih, kecuali Uttiy bin Dhamurah. Dia adalah rawi tsiqah." (Majmauz Zawaid, 8/199).

Hadis ini walaupun mauquf(sanadnya tidak sampai pada Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam) pada Ubay bin Kaab, tetapi mempunyai kekuatan hadis marfu’, karena perkara seperti ini tidak membuka peluang bagi akal untuk mengakalinya.


Penjelasan Hadis
Hadis ini menceritakan tentang bapak kita, Adam, manakala maut datang menjemputnya, Adam rindu buah surga. Ini menunjukkan betapa cinta Adam kepada surga dan kerinduannya untuk kembali kepadanya. Bagaimana dia tidak rindu surga, sementara dia pernah tinggal di dalamnya, merasakan kenikmatan dan keenakannya untuk beberapa saat.

Bisa jadi keinginan Adam untuk makan buah surga merupakan tanda dekatnya ajal. Sebagian hadis menyatakan bahwa Adam mengetahui hitungan tahun-tahun umurnya. Dia mengitung umurnya yang telah berlalu. Nampaknya dia mengetahui bahwa tahun-tahun umurnya telah habis. Perpindahannya ke alam akhirat telah dekat. Dan tanpa ragu, Adam mengetahui bahwa anak-anaknya tidak mungkin memenuhi permintaannya. Mana mungkin mereka bisa menembus surga lalu memetik buahnya. Anak-anak Adam juga menyadari hal itu. Akan tetapi, karena rasa bakti mereka kepada bapak mereka, hal itulah yang mendorong mereka untuk berangkat mencari.

Belum jauh anak-anak Adam meninggalkan bapaknya mereka telah dihadang oleh beberapa malaikat yang menjelma dalam wujud orang laki-laki. Mereka telah membawa perlengkapan untuk menyiapkan orang mati. Para malaikat memperagakan apa yang dilakukan oleh kaum muslimin terhadap jenazah seperti pada hari ini. Mereka membawa kafan, wewangian, juga membawa kapak, cangkul, dan sekop yang lazim diperlukan untuk menggali kubur.

Ketika anak-anak Adam menyampaikan tujuan mereka dan apa yang mereka cari, para malaikat meminta mereka untuk pulang kepada bapak mereka, karena bapak mereka telah habis umurnya dan ditetapkan ajalnya.
Manakala para malaikat maut datang kepada Adam, Hawa mengenalinya sehingga dia berlindung kepada Adam. Sepertinya Hawa hendak membujuk Adam agar memilih hidup di dunia, karena para rasul tidak diambil nyawanya sebelum mereka diberi pilihan (antara kehidupan dunia dan akhirat-pent) sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam kepada kita. Adam tidak menggubris dan menghardiknya dengan berkata, "Menjauhlah dariku, karena aku pernah melakukan dosa karenamu." Adam mengisyaratkan rayuan Hawa untuk makan pohon yang dilarang semasa keduanya berada di Surga.

Para Malaikat mengambil ruh Adam. Mereka sendirilah yang mengurusi jenazahnya dan menguburkannya, sementara anak-anak Adam melihat mereka. Para malaikat itu memandikannya, mengkafaninya, memberinya wangi-wangian, menggali kuburnya, membuat liang lahat, menshalatinya, masuk ke kuburnya, meletakkannya di dalamnya, lalu mereka menutupnya dengan bata. Kemudian mereka keluar dari kubur dan menimbunkan tanah kepadanya. Para Malaikat mengajarkan semua itu kepada anak-anak Adam. Mereka berkata, "Wahai Bani Adam, ini adalah sunnah kalian." Yakni, cara yang Allah pilih untuk kalian dalam hal mayat kalian.

Cara ini adalah syariat umum yang berlaku untuk seluruh rasul dan semua orang beriman di bumi ini, mulai sejak saat itu sampai sekarang. Dan cara apa pun yang menyelisihinya berarti menyimpang dri petunjuk Allah, yang besar kecilnya tergantung pada kadar penyimpangannya. Barangsiapa melihat tuntunan kaum muslimin dalam urusan jenazah yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam, niscaya dia pasti melihat kesamaan antara hal itu dengan perlakuan para malaikat kepada Adam.

Sepanjang sejarah, petunjuk ini telah banyak diselisihi oleh sebagian besar umat manusia. Ada yang membakar orang mati. Ada yang membangun bangunan-bangunan megah, seperti pyramid, untuk mengubur orang mati dengan meletakkan makanan, minuman, mutiara dan perhiasan bersamanya. Ada yang meletakkan mayit di kotak batu atau kayu. Semua itu menuntut biaya yang mahal dan hanya membuang-buang energi untuk sesuatu yang tidak berguna. Dan yang paling utama, semua itu telah menyelisihi petunjuk yang Allah syariatkan kepada mayit Bani Adam.

Pelajaran-Pelajaran dan Faedah-Faedah Hadis

1. Disyariatkan menyiapkan mayit dan menguburkannya seperti disebutkan di dalam hadis.

2. Sunnah-sunnah terhadap mayit yang demikian itu adalah petunjuk semua rasul dalam setiap syariat mereka.

3. Pengajaran malaikat kepada anak-anak Adam tentang sunnah ini dengan ucapan dan perbuatan.

4. Semua cara menangani mayit selain cara yang disebutkan di dalam hadis di atas adalah penyimpangan dari manhaj dan petunjuk Allah.

5 Keutamaan bapak kita Adam, di mana para malaikat mengurusi jenazahnya, menshalatkannya dan menguburkannya.

6. Kemampuan para malaikat untuk menjelma menjadi manusia dan melakukan sesuatu yang dilakukan oleh manusia.

7. Sudah munculnya beberapa peralatan sejak zaman manusia pertama, seperti kapak, cangkul dan sekop.

8. Seseorang harus berhati-hati terhadap isterinya yang bisa menjadi penyebab penyimpangannya. Adam memakan buah karena hasutan Hawa. Dan Allah telah meminta kita agar berhati-hati terhadap sebagian isteri dan anak-anak kita, "Sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah terhadap mereka." (At-Taghabun:14).


Sumber: diadaptasi dari DR. Umar Sulaiman Abdullah Al-Asyqar, Shahih Qashashin Nabawi, atau Ensklopedia Kisah Shahih Sepanjang Masa, terj. Izzudin Karimi, Lc. (Pustaka Yassir, 2008), hlm. 39-43.
Assalamualaikum...
Hallo sobat..Posting pertama ane nih..nulis apaan ya?

nulis "SEMOGA BLOG INI BERMANFAAT" aja deh :D

Terimakasih
Powered by Blogger.